ANALISIS MIKROPLASTIK DI INSANG DAN SALURAN PENCERNAAN IKAN KARANG DI TIGA PULAU KECIL DAN TERLUAR PAPUA, INDONESIA: KAJIAN AWAL
Defri Yona, Mela Dita Maharani, Muhammad Reza Cordova, Yuyun Elvania, I Wayan Eka Dharmawan
Abstract
Keberadaan mikroplastik di perairan dapat berpotensi masuk pada organisme perairan termasuk ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap keberadaan mikroplastik pada 12 ikan terumbu karang yang ditangkap dari perairan di tiga pulau kecil dan terluar Papua (Pulau Liki, Befondi dan Miossu) dan menganalisis perbedaan mikroplastik yang ditemukan pada insang dan saluran pencernaannya. Ikan ditangkap dengan alat pancing dan dipisahkan organ insang dan saluran pencernaannya untuk dianalisis jenis mikroplastiknya. Destruksi bahan organik dilakukan dengan menggunakan larutan H2O2 30% dan identifikasi mikroplastik dilakukan menggunakan mikroskop. Diantara jenis mikroplastik, hanya jenis fiber yang ditemukan di semua spesies ikan dengan kisaran 1,60-28,30 partikel/g berat kering. Mikroplastik yang ditemukan pada ikan yang ditangkap dari Pulau Liki lebih tinggi jika dibandingkan dengan di Pulau Befondi dan Miossu. Penelitian ini menemukan bahwa ukuran ikan tidak mempengaruhi keberadaan mikroplastik pada ikan. Ikan-ikan yang ditangkap dari Pulau Liki berukuran lebih kecil jika dibandingkan dengan ikan yang ditangkap dari Pulau Befondi dan Miossu. Sebagian besar ikan yang ditemukan, mengandung fiber pada insang dan saluran pencernaan dengan ukuran yang dominan adalah >1000 µm. Kelimpahan mikroplastik jenis fiber lebih tinggi pada insang dibandingkan pada saluran pencernaan dan hal ini diduga karena perbedaan fungsi antar organ dan proses masuknya mikroplastik dari perairan ke organ-organ tersebut.