Rekontruksi Internal Bahasa Bugis dan Bahasa Makassar: Linguistik Komparatif
Susiati Susiati
Abstract
AbstrakBerdasarkan dari hasil pendeksripsian rekontruksi internal pada bahasa bugis dan bahasa Makassar dalam penggunaan kata keterangan waktu, kata penegasan serta suffiks pronomina dapat disimpulkan bahwa: 1) Sufiks pronomina dalam bahasa Bugis dan bahasa Makassar adalah sama; 2) Pada bahasa Bugis tidak terjadi penghilangan antara kata penegasan dengan sufiks pronomina pertama tunggal. Sedangkan dalam bahasa Makassar terjadi penghilangan konsonan /k/ pada sufiks pronominal pertama tunggal [kak] menjadi /ak/; 3) Dalam bahasa Bugis dan bahasa Makassar terjadi konsistensi atau tidak terjadi perubahan dalam penggunaan kata penegasan “benar-benar” pada sufiks pronomina pertama jamak; 4) Dalam bahasa Makassar apabila bertemunya bentuk —ja bergabung dengan sufiks —kak akan diperoleh bentuk —jak. Konsonan /k/ pada —kak luluh sehingga tersisa —ak. Terjadinya penyederhanaan bunyi dari bentuk —ja. Dimana vokal /a/ pada bentuk —ja luluh karena bertemu dengan sufiks -ak pendeskripsiannya adalah vokal /a/ bertemu dengan vokal /a/ akan mengalami penyederhanaan bunyi sehingga vokal /a/ akan luluh; 5) Tidak terjadi penghilangan pada bahasa Bugis, sedangkan pada bahasa Makassar terjadi peleburan fonem /a/ karena pada kata tersebut bertemunya dua vokal rendah /a/ dengan vokal tinggi /i/, sehingga keberadaan fonem /a/ luluh atau lebur karena vokal /i/ keberadaannya lebih power dari pada vokal /a/; 6) Dalam bahasa Bugis dan bahasa Makassar apabila bertemunya bentuk —pa bergabung dengan sufiks —kak dan —kik akan diperoleh bentuk —pak dan -pik . Konsonan /k/ pada —kak dan -kik luluh sehingga tersisa —ak dan -ik. Untuk bentuk —pa yang bergabung dengan sufiks —kik terjadi kaidah peluluhan hanya pada bahasa Bugis. Terjadinya penyederhanaan bunyi dari bentuk —pa . Dimana vokal /a/ pada bentuk —pa luluh karena bertemu dengan sufiks -ak dan —ik pendeskripsiannya adalah vokal /a/ bertemu dengan vokal /a/ akan mengalami penyederhanaan bunyi sehingga vokal /a/ akan luluh. Selanjutnya terjadi peleburan vokal /a/ pada bentuk -pa karena bertemu dengan sufiks —ik. Dimana jika vokal /a/ bertemu dengan vokal /i/, maka vokal /a/ akan lebur atau luluh; Keyword: rekontruski, internal, bahasa Bugis, bahasa makassar