ANALISIS SENSITIVITAS USAHA PENGOLAHAN COKELAT BERBASIS IKM (INDUSTRI KECIL MENENGAH) DI KOTA PALU SULAWESI TENGAH
Marliyah Marliyah, Haeruddin Haeruddin, Muhamad, Mukhlis
Abstract
Agroindustri, sebagai subsistem vital dalam agribisnis, memiliki potensi besar untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui pangsa pasar dan nilai tambah yang signifikan. Sebagian besar sektor ini dikuasai oleh usaha kecil menengah (IKM). Keberlangsungan usaha dapat dinilai dari respons terhadap perubahan, seperti harga bahan baku dan penurunan produksi akibat turunnya permintaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan usaha serta sensitivitas terhadap perubahan harga bahan baku dan produksi di industri cokelat. Penelitian deskriptif kuantitatif ini dilakukan di empat IKM pengolah cokelat di Palu, Sulawesi Tengah, pada September hingga November 2023 dengan responden yang dipilih secara purposive, yaitu 4 pimpinan IKM cokelat. Analisis yang digunakan mencakup kelayakan finansial dan analisis sensitivitas. Hasil menunjukkan bahwa kelayakan finansial IKM cokelat di Palu, baik untuk produk sekunder maupun tersier, dinyatakan layak berdasarkan kriteria NPV, IRR, dan B/C, dengan IKM Ema Cokelat sebagai yang terbaik. Masa pengembalian investasi tercepat juga dicapai oleh IKM Ema Cokelat, yaitu 2 tahun 4 hari. Dalam analisis sensitivitas, produk sekunder dan tersier dengan suku bunga 18% menunjukkan bahwa Industri Rumah Cokelat dan IKM Rapoviaka Simple sensitif terhadap penurunan produksi dan kenaikan harga bahan baku sebesar 30%. Sementara itu, IKM Ema Cokelat tidak sensitif terhadap kedua perubahan tersebut, dan IKM Sakaya Cokelat sensitif terhadap penurunan produksi, tetapi tidak terhadap kenaikan biaya bahan baku