Litcius/Paper detail

PREVALENSI STUNTING DAN HUBUNGANNYA DENGAN SOSIAL EKONOMI

Agung Sutriyawan, Ratna Dian Kurniawati, Ricky Hanjani, Sri Rahayu

2021Jurnal Kesehatan15 citationsDOIOpen Access PDF

Abstract

Latar Belakang: Permasalahan gizi pada balita balita masih menjadi nomor satu di wilayah dunia, seperti halnya stunting. Saat ini prevalensi stunting di Jawa Barat masih cukup tinggi yaitu 31,1% dengan salah satu penyumbang terbanyak adalah Puskesmas Citarip. Tingginya prevalensi stunting salah satunya disebabkan dari kemampuan keluarga memenuhi gizi pada anaknya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi stunting dan hubungannya dengan sosial ekonomi. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah studi analitik dengan desain cross sectional.  Lokasi penelitian di wilayah kerja Puskesmas Citarip Kota Bandung. Sampel dalam penelitian sebanyak 1441 responden, menggunakan teknik total sampel. Data yang dikumpulkan adalah data sekunder yang diambil dari Puskesmas. Analisis data menggunakan regresi logistik biner. Hasil: Hasil analisis data menunjukkan prevalensi stunting sebesar 18,2% dan ada hubungan sosial ekonomi dengan kejadian stunting (p = 0,000) OR= 2,065 (1,574-2,708) Simpulan: Prevalensi stunting di wilayah kerja Puskesmas Citarip lebih tinggi di Kelurahan Kopo. Ada hubungan sosial ekonomi dengan kejadian stunting, dengan besaran peluang sebesar 2 x lebih besar pada balita dengan sosial ekonomi termasuk golongan miskin

Topics & Concepts

MedicineGynecologyHumanitiesPhilosophyPublic Health and NutritionFood Security and Socioeconomic DynamicsMethodologies in Health Research and Practice
PREVALENSI STUNTING DAN HUBUNGANNYA DENGAN SOSIAL EKONOMI | Litcius