PEMETAAN KERENTANAN BENCANA TANAH LONGSOR BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KOTA AMBON
Heinrich Rakuasa, Ahmad Rifai
Abstract
Kota Ambon merupakan ibukota dari provinsi Maluku yang berpotensi mengalami bencana tanah longsor. Topografi Kota Ambon yang didominasi oleh perbukitan dengan kelerengan yang curam menyebabkan Kota Ambon juga rawan akan bencana longsor dan banjir berdasarkan Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) 2018, Kota Ambon memiliki indeks risiko bencana tanah longsor 8.5 (sedang). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kerentanan longsor, sebaran longsor di Kota Ambon dan upaya mitigasi di Kota Ambon. Untuk menghindari kerugian akibat bencana tersebut dilakukan tindakan pengelolaan resiko bencana yaitu dengan Pemetaan kerentanan bencana tanah longsor berbasis Sistem Informasi Geografis (GIS). Variabel yang digunakan dalam penelitian ini meliputi variabel ketinggian lahan/elevasi, jenis tanah, curah hujan, geologi, penggunanan lahan/land use. Penentuan titik sampel berdasarkan daerah yang sering terjadi tanah longsor. Pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: teknik pengharkatan/scoring, teknik tumpang susun peta/overlay, dan pembuatan klasifikasi kerentanan tanah longsor untuk mendapatkan daerah kerentanan tanah longsor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kerentanan longsor di Kota Ambon terdiri dari tiga kelas yaitu, rendah, sedang dan tinggi, dengan luasan masing-masing adalah 5.957,67 Ha atau 17,81%, dan 18.584,58 Ha atau 55,57 %, 8.900,11 Ha atau 26,61%.