Pengaruh Waktu dan Suhu Pengeringan Terhadap Karakteristik Teh Daun Tin (Ficus Carica L.)
Desti Kurnia Sari, Dian Rachmawanti Affandi, Sigit Prabawa
Abstract
Tanaman tin merupakan tanaman fungsional. Daun tanaman tin memiliki senyawa fungsional yang baik, khususnya fenolik. Daun tin dapat dikembangkan menjadi minuman fungsional yaitu teh herbal. Dalam pengolahannya proses pengeringan sangat mempengaruhi kualitas teh daun tin. Waktu dan suhu dalam proses pengeringan menjadi faktor penting karena dapat mempengaruhi kandungan senyawa fungsional pada daun tin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh waktu dan suhu pengeringan terhadap sifat fisik (warna), kimia (kadar air, kadar tanin, total fenol, dan aktivitas antioksidan), dan sensoris (warna, aroma, rasa, dan overall) serta mengetahui kombinasi waktu dan suhu pengeringan yang memberikan hasil teh daun tin terbaik. Rancangan percobaan yang dilakukan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan kombinasi waktu dan suhu pengeringan. Variasi suhu yang digunakan yaitu 55°C dan 65°C dan variasi waktu yang digunakan yaitu 4, 5, dan 6 (jam). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi waktu dan suhu pengeringan mempengaruhi sifat fisik dan kimia, tetapi tidak mempengaruhi sifat sensoris pada seduhan teh daun tin kecuali pada overall. Perlakuan terbaik dalam proses pengeringan daun tin adalah pengeringan dengan suhu 55°C selama 4 jam dengan karakteristik: kecerahan (L*) 58,107; kemerahan (a*) 0,103; kekuningan (b*) 16,340; °Hue 89,587; kadar air 6,551%; kadar tanin 0,258%; total fenol 5,467%; aktivitas antioksidan 40,647%, dengan kenampakan warna kekuningan; aroma khas daun tin; rasa pahit; dan secara overall panelis menerima dengan tingkat kesukaan agak tidak suka.