Resiliensi sebagai Prediktor Teacher Well-Being
Sekar Aulia Winesa, Airin Yustikarini Saleh
Abstract
Beban kerja yang berat dapat membuat guru memiliki persepsi negatif tentang teacher well-being, karena itu guru membutuhkan kemampuan resiliensi untuk tetap bertahan dengan beban kerjanya yang begitu berat sehingga dapat menjaga well-being mereka. Berdasarkan latar belakang tersebut, tujuan penelitian ini adalah menemukan hubungan antara resiliensi dan teacher well-being. Diasumsikan bahwa resiliensi dapat menjadi prediktor terhadap teacher well-being. Partisipan merupakan 263 orang guru yang aktif mengajar di berbagai jenjang sekolah dengan lama mengajar dimulai dari 6 bulan hingga di atas 30 tahun. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis korelasi Pearson untuk melihat hubungan antarvariabel dan regresi linear sederhana untuk melihat peran resiliensi terhadap teacher well-being. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi memiliki hubungan yang signifikan dengan teacher well-being (nilai r = 0,333, p<0,01) yang berarti bahwa apabila nilai resiliensi meningkat, maka nilai teacher well-being pun meningkat. Hasil analisis regresi linear memperlihatkan bahwa resiliensi menjelaskan 11,1% variansi teacher well-being. Penelitian ini memberikan kesadaran bahwa resiliensi pada guru dapat menjadi salah satu hal yang penting untuk diperhatikan demi meningkatkan teacher well-being. Berdasarkan hasil yang didapatkan, peneliti berharap dunia Pendidikan dapat memberikan intervensi terkait resiliensi untuk meningkatkan teacher well-being.