STUDI LITERATUR : DAMPAK STUNTING TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK
Erwina Sumartini, M.Keb
Abstract
Stunting merupakan kegagalan pertumbuhan linier yang dilihat dari indikator panjang badan menurut umur (PB/UP) atau tinggi badan menurut umur (TB/U) memiliki nilai z score dibawah -2 SD dari grafik pertumbuhan WHO. Indonesia merupakan salah satu negara dengan kejadian stunting yang tinggi, pada tahun 2013 prevalensi stunting sebanyak 37,2% dan tahun 2018 sebanyak 30,8% untuk anak dibawah usia lima tahun. Angka tersebut masih melebihi batasan non public health WHO yaitu 20%. Tujuan studi literatur adalah ingin mengetahui dampak stunting terhadap kemampuan kognitif anak. Metode yang digunakan dengan melakukan pencarian artikel menggunakan google’s scholar data based dan pub med selanjutnya dilakukan telaah. Berdasarkan hasil telaah didapatkan hasil Stunting memiliki implikasi biologis terhadap perkembangan otak dan neurologis yang diterjemahkan kedalam penurunan nilai kognitif. Anak yang mengalami stunting pada 2 tahun pertama kehidupan berpeluang memiliki IQ < 89 dibandingkan dengan anak yang tidak mengalami stunting. Anak dengan stunting akan mengalami hambatan pada proses berpikir dan memorinya sehinga berdampak terhadap kurangnya prestasi belajar. Stunting yang terjadi pada awal kehidupan dapat menyebabkan kerusakan yang permanen. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa stunting yang terjadi pada usia < 2 tahun memiliki pengaruh negatif terhadap kemampuan kognitif anak yang berdampak pada kurangnya prestasi belajar.