Hubungan Lama Kerja dan Posisi Duduk Terhadap Kejadian Low Back Pain Pada Penjahit di Kota Pekanbaru
Betty Prastuti, Ine Sintia, Kursiah Warti Ningsih
Abstract
Low back pain is pain that is felt in the lower back especially the spinal region (lower back) muscles, nerves, or other structures around the area. Lower back pain is a very common problem in the adult population. Based on the initial survey conducted in 3 (three) villages in Pekanbaru City, namely the Sukajadi, Sibam and Sidomulyo rivers in 15 sewing places with 25 respondents. Initial survey results showed that of 25 respondents, 22 respondents had experienced low back pain. This type of research is quantitative with analytical methods using cross sectional approach in October - June 2019 in Pekanbaru City The study population was 102 respondents. Data analysis used Chi-Square with cross sectional design. The results show that there is a relationship between length of work with low back pain with p value = 0.001 <0.005 and there is a relationship between sitting position and low back pain with p value = 0.00 <0.005. The conclusion of this research is that there is a relationship between work time and sitting position with the incidence of low back pain. Provide information to the tailor to rest / other activities at least 30 minutes every 2 hours Nyeri punggung bawah adalah rasa nyeri yang dirasakan pada punggung bagian bawah terutama tulang belakang daerah spinal (punggung bawah) otot, saraf, atau struktur lainnya di sekitar daerah tersebut. Nyeri punggung bawah merupakan masalah yang sangat sering dijumpai pada populasi orang dewasa. Faktor yang menyebabkan low back pain yaitu faktor perkerjaan seperti lama kerja dan posisi duduk. Hubungan lama kerja pada kejadian low back pain yaitu disebabkan oleh faktor durasi kerja atau lama kerja yang dihabiskan pekerja dengan postur janggal dalam membawa atau mendorong beban untuk melakukan pekerjaan repetitif tanpa istirahat. Berdasarkan laporan Insitusi Of Medicine Report From the Committe on Advancing Pain Research, Carnd Education , (2011), di Amerika Serikat 42 juta/ 20% orang dewasa Amerika mengalami rasa sakit atau ketidaknyaman fisik yang menganggu tidur malam dalam seminggu atau lebih yang disebabkan oleh posisi duduk yang tidak ergonomis. Berdasarkan survei awal yang dilakukan ada di 3 (tiga) kelurahan di Kota Pekanbaru yaitu keluarahan Sukajadi, Sungai Sibam dan Sidomulyo pada 15 tempat jahit dengan jumlah responden 25 orang. Hasil survey awal menunjukkan dari 25 responden, 22 orang responden pernah mengalami low back pain. Jenis penelitian ini adalah Kuantitatif dengan metode analitik menggunakan pendektan cross sectional pada bulan Oktober – Juni 2019 di kota Pekanbaru Populasi penelitian sebanyak 102 responden. Analisis data menggunakan Chi-Square dengan Desain Cross sectional . H asil menunjukan bahwa ada hubungan antara lama kerja dengan low back pain dengan nilai p Value = 0,001< 0,005 dan ada hubungan posisi duduk dengan low back pain dengan p Value = 0,00< 0,005. Kesimpulan penelitian diketahui ada hubungan antara lama kerja dan posisi duduk dengan kejadian low back pain. Memberikan informasi kepada penjahit untuk istirahat/ beraktifitas lain minimal 30 menit setiap 2 jam.